Jl. Kapuk Muara Raya No.12, Jakarta Utara         021 29033326    0858-8318-6817 / 0838-7722-9023

Yayasan

Sejarah Pengembangan Yayasan Khairul Ummah Syahroni

Yayasan Khairul Ummah Syahroni yang didirikan oleh Drs. KH. Oman Syahroni pada mulanya adalah semacam majlis ta’lim yang berdiri sendiri pada tahun 1989 tepatnya tanggal 20 Juli, setelah beliau menikah dengan Ibu Haryanti. Di dalam majlis ta’lim ini terdapat pengajian anak-anak, Ibu-ibu, Bapak-bapak dan remaja. Anak-anak mengaji menggunakan metode Iqro, belajar al-Qur’an dan praktik ibadah. Karena kesibukkan beliau untuk berdakwah kepada masyarakat, anak-anak yang mengaji di rumah beliau dididik langsung oleh istri beliau, yaitu Ibu haryanti yang sering disebut dengan “Ummi” oleh anak-anak.

Pada mulanya anak-anak yang dididik oleh Ummi semula hanya beberapa saja sekitar 10 orang, namun seiring perkembangannya, tahun demi tahun, murid yang mengaji di Ummi begitu banyak. Akhirnya Ummipun kewalahan mengajar sendiri, dan bertambahlah guru anak-anak mengaji diantaranya adalah ustadz Kamaluddin, pak Tabi’in, ka Tatang, teh Opah, dan bu Uum. Anak-anak mengaji Iqra, membaca al-Qur’an dan praktik ibadah lainnya di malam hari setelah shalat magrib sampai menjelang isya. Akhirnya lambat laun pengajian anak-anak di rumah Ummi di sebut dengan Taman Pendidikan Al-Qu’ran (TPA) secara umumnya, namun TPA tersebut belum di sahkan secara hukum Negara Indonesia.

Sedangkan pengajian Ibu-ibu, Bapak-bapak dan remaja, beliau yang mengajar. Di antara kitab yang sering beliau ajarkan adalahmau’idhzotul mu’minin, nasho’ihul ibad,sullamuttaufiq, qomiyatuttugyan dan fathul qorib di masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar rumah beliau. Baik itu membahas tentang al-Qur’an, Fiqih, maupun Aqidah Akhlak. Selain itu beliau juga mengajar mengaji rutin baik harian, mingguan dan bulanan diberbagai masjid-masjid dan majlis taklim di luar sekitar rumah beliau. Karena suara beliau yang lantang dan memiliki wibawa serta keilmuan yang memapani beliau juga memiliki kesibukkan berdakwah baik di Jakarta dan sekitarnya.

Pada tahun 2002 H. Oman Syahroni melaksanakan ibadah haji bersama istri yang dibiayai oleh pak walikota Jakarta Utara, dan beliau dikenalkan oleh pak Farid Wajbi, Kementrian Agama Jakarta Utara oleh pak walikota. Sepulangnya beliau dari haji, beliau diminta oleh pak Farid Wajbi untuk membimbing manasik haji mandiri yang berjumlah 45 orang. Setelah berjalan bimbingan manasik haji 10 kali, pada tahun berikutnya beliau diminta untuk mendirikan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) sendiri oleh pak Farid Wajbi. Lalu karena adanya KBIH dan desakan dari kementrian agama, menuntut adanya yayasan yang menaungi KBIH tersebut, akhirnya beliau mendirikan yayasan yang bernama Khairul Ummah yang diresmikan pada tanggal 01 Agustus 2003. Pada tahun 2003 beliau membimbing haji pertama kali dengan jama’ah 31 orang. Beliau memberikan nama yayasan tersebut dengan Khairul Ummah, dengan alasan sebagai berikut:

  1. Agar yang belajar dan mengajar di yayasan Khairul Ummah menjadi Ummat yang terbaik di dunia maupun di akhirat.
  2. Secara kebetulan  punya anak pertama bernama Khairul Umam pada tahun 1990.
  3. Dan dari nama Khairul Ummah beliau bercita-cita membuat sebuah lembaga yang besar.

KBIH Khairul Ummah dalam perjalanannya mengalami perkembangan yang begitu pesat, sehingga jamaah KBIH Khairul Ummah dan alumni KBIH Khairul Ummah semakin banyak dan tidak tertampung bila semua harus bersilaturahim ke tempat KH. Oman Syahroni, sedangkan jama’ah beliau meminta untuk diadakan silaturahim minimalnya sebulan sekali baik itu acara pengajian atau lainnya. Dan banyak juga jamaah KBIH Khairul Ummah dari kalangan warga setempat beliau sendiri, yang pada akhirnya pengurus masjid sekitar KBIH Khairul Ummah yaitu Penjaringan Jakarta Utara dan para ustadz warga perjaringan mengadakan musyawaroh agar dibentuk suatu perkumpulan dalam rangka silaturahim sambil menimba ilmu pengetahuan agama. Karena begitu banyak jama’ah dan alumni jama’ah KBIH Khairul Ummah bahkan calon jama’ah haji Khairul Ummah, sehingga perkumpulan di rumah beliau tidak mencukupi.

Akhirnya hasil dari musyawaroh tersebut terbentuklah majlis zikir pada tanggal 04 Maret 2007. Majlis zikir diadakan sebulan sekali pada hari Minggu terakhir, tepatnya akhir bulan Masehi. Dan tempatnya di masjid at-Taqwa, samping rumah beliau. Karena yang datang bukan hanya jama’ah haji Khairul Ummah dan alumni jama’ah haji Khairul Ummah maka majlis zikir tersebut tidak dinamai majlis zikir Khairul Ummah. Majlis zikir tersebut dinamai dengan “Majlis Zikir Kapuk Muara” karena kebanyakan jama’ah majlis zikir adalah orang-orang yang tinggal di Kapuk Muara, walaupun banyak pula yang berdatangan dari luar daerah, namun nama ini salah satunya adalah “untuk mengharumkan Kapuk Muara tempat beliau tinggal”, ujarnya.

Majlis zikir tersebut selain untuk silaturahim jama’ah, juga untuk menambah kajian ke-islaman. Kegiatan majlis zikir juga yang utama adalah untuk mengajak umat Islam ingat kepada Allah dan mencintai kekasih Allah yaitu Baginda Nabi Muhammad SAW. Di dalamnya terdapat bacaan al-Qur’an, Sholawat, Zikir dan Doa.

Karena tuntutan yayasan semakin berkembang, maka pengajian anak-anak yang di bimbing oleh Ummi, istri dari KH. Oman Syahroni-pun mengikuti perkembangannya untuk diakui oleh Negara Indonesia. Pada tahun 2008 didirikanlah Taman Pendidikan Al-Qur’an yang bernama “AN-NADWAH” di bawah naungan yayasan Khairul Ummah. Disahkan dengan surat keterangan terdaftar TPQ  Nomor: Kd.09.5/5/BA.01.1.12394/2013, Kementrian Agama Kantor Kota Administrasi Jakarta Utara. Dengan nomor induk: TPQ/09.5.1/0075, yang menandatangani adalah H. Misbak, S.Pd,M.Pd. pada tanggal 24 Oktober 2013. Yang kebetulan nama tersebut diambil dari anak keempat beliau, karena an-Nadwah juga mempunyai arti dalam bahasa Arab adalah  “kumpulan”, yakni agar santri yang dididik di TPQ an-Nadwah “menjadi kumpulan para kekasih Allah di syurga kelak”, ujar ummi.

Seiring perkembangannya, banyak Bapak/Ibu atau bisa di sebut dengan jama’ah beliau yang ingin menitipkan anaknya untuk belajar di tempat beliau. Namun apalah daya beliau belum mendirikan pondok pesantren, sehingga anak-anak yang ingin belajar mengaji hanya sebatas mengaji dijadwalkan saja tanpa harus menginap di rumah beliau, atau bisa disebut dengan santri kalong. Dari itu beliau terdesak untuk mendirikan Pondok Pesantren, selain santri itu mengaji, santri juga diharuskan untuk sekolah di Madrasah. Akhirnya dengan niat dan tekad yang kuat beliau meminta izin kepada sang guru untuk mendirikan pondok pesantren, dan meletakkan batu pertama pada tanggal 06 Maret 2011.

Dan diresmikanlah tahun berdiri pondok pesantren pada tahun 2012, yang dipimpin oleh KH. Oman Syahroni, dengan nomor statistik pondok pesantren : 510031720016, yang ditetapkan di Jakarta, pada tanggal 24 September 2012, yang ditanda tangani oleh kepala bidang pendidikan keagamaan dan pondok pesantren yaitu, Drs. H. Sadirin, MA.

Namun pondok pesantren saja tidak cukup untuk mendirikan sebuah yayasan Islam, terlebih di Jakarta” ujar beliau. Santri tidak cukup hanya dibekali dengan pendidikan agama atau akhirat, tetapi santri juga harus menguasai bidang pendidikan umum, dan juga agar santri bisa melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi lagi, maka selain pondok pesantren, diperlukan sekolah/madrasah yang memfasilitasi santri untuk mengkaji berbagai ilmu dan memiliki izajah yang sah menurut Negara Indonesia, maka dinamakanlah pondok pesantren tersebut dengan pondok pesantren terpadu. Maka dari itu didirikanlah Madrasah Tsanawiyah Khairul Ummah dibawah naungan yayasan Khairul Ummah itu sendiri. Dan diresmikan oleh kementrian agama kota administrasi Jakarta Utara dengan surat izin penyelenggaraan pendidikan Madrasah Tsanawiyah Nomor: 428 Tahun 2013. Yang ditetapkan di Jakarta, pada tanggal 25 September 2013, ditanda tangani oleh  H. Misbak, S.Pd, M. Pd.I. Dan juga didirikan Madrasah Aliyah Swasta Khairul Ummah oleh Kementrian Agama Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Piagam pendirian Madrasah Swasta, Nomor: 1490/2013 tanggal 06 November 2013, yang ditanda tangani oleh H. Akhmad Murtado. Pada tahun 2013 pula nama yayasan Khairul Ummah ditambah menjadi Khairul Ummah Syahroni, karena menurut Kemenhukum Ham nama yayasan Khairul Ummah sudah cukup banyak, jadi beliau menambahkan Syahroni dibelakang nama yayasan tersebut, agar membedakan dengan yayasan Khairul Ummah yang lain.

Adapun pengembangan pendidikan Islam di yayasan Khairul Ummah Syahroni lebih lanjut dan detailnya, akan dijelaskan pada subbab masing-masing, baik itu perkembangan majlis ta’lim, majlis zikir, KBIH, pondok pesantren, madrasah ma’had/diniyah, TPA/TPQ, madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah.

Profil Yayasan Khairul Ummah Syahroni

  • Nama yayasan                 : Khairul Ummah
  • Alamat                               : Jl. Kapuk Muara Rt.06 Rw.05 No. 12 Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara No.Telp. 021 545 9569. Fax 021 545 9569. Hp 0838 7722 9023 / 0858 8318 6817
  • Tahun berdiri                   : 1 Agustus 2003 dengan nama “Khairul Ummah”, lalu diganti nama menjadi “Khairul Ummah Syahroni” pada tanggal 29 Juli 2013.

Ketentuan dalam Pasal 7 ayat (4), Pasal 13 ayat (1), dan Pasal 24 ayat (2) mengenai tata cara pegangkatan Pembina, Pengurus dan Pengawas untuk pertama kalinya diagkat susunan Pembina, Pengurus, dan Pengawasan yayasan dengan susunan sebagai berikut:

  1. Pembina          : H. Oman Syahroni
  2. Ketua               : Hj. Haryanti
  3. Sekretaris        : H. Khairul Umam – Agus Suherman
  4. Bendahara       : Intan Zakiyyah

WhatsApp WhatsApp kami ..